Rabu, 27 November 2013

Ihtibak dalam Ulumul Qur'an.



            Yoosshh,,,, siang-siang emang enaknya nyantai sambil menonton stand up comedy show. Apalagi fisik dan fikiran sedang lelah sesudah kegiatan kuliah yang panjang. Acara nonton terhentikan sejenak setelah tiba-tiba handphone-ku bergetar karena pesan masuk. Ternyata isi pesan tersebut adalah pertanyaan yang menanyakan tentang ihtibak. Apaan tuh? Hehe..
            Ihtibak adalah salah satu istilah yang kita temui apabila kita mengkaji al-qur’an dari segi sastra/balaghah-nya. Sewaktu teman saya tadi menanyakan dimana mendapat referensi tentang ihtibak, maka saya katakan padanya, sebenarnya di berbagai kitab yang fokus membahas disiplin ilmu qur’an kita dapat menjumpai keterangan tentang ihtibak. Salah satunya adalah kitab al-itqan fi ulum al-qur’an karangan al-Imam Jalaluddin as-Suyuthi.
Ihtibak merupakan salah satu jenis Hadzfu (membuang) dalam redaksi al-qur’an. Membuang disini maksudnya adalah membuang kata. Menurut as-Suyuthi, badi’ ihtibak adalah yang paling lembut dan paling indah. Dan sangat sedikit pakar ilmu balaghah yang mencurahkan perhatian kepada ihtibak.
Asal penamaan ihtibak adalah dari kata al-habku, yang artinya kuat, kokoh dan kencang. Biasanya dipergunakan berhubungan dengan kegiatan menenun, berarti memperbaik tenunan. Dalam konteks ini, diumpamakan kata-kata yang dibuang adalah lubang. Apabila para pakar balaghah menemukan lubang ini, lalu menempatakan kata yang dibuang dalam lubangnya, maka susunan redaksinya akan menjadi lengkap dan rahasia balaghah-nya dapat tampak, sebagaimana tenunan kain yang menjadi rapi karena lubangnya tertutup.
            Masih menurut as-Suyuthi, pengertian ihtibak adalah, membuang satu kata dari kalimat/pernyataan yang pertama, yang mana kata-kata tersebut mempunyai perbandingan/lawan kata  pada kalimat yang kedua, dan membuang suatu kata dari kalimat/pernyataan yang kedua, yang mana kata-kata tersebut mempunyai perbandingan pada kalimat/pernyataan yang kedua. (Bingung ya? Hehehe)
            Saya memang agak kikuk menerjemahkannya dengan memakai bahasa Indonesia dan redaksi yang definitif. Untuk lebih mudahnya mungkin kita bisa langsung masuk pada contoh ayat berikut ini.
و مثل الذين كفروا كمثل الذي ينعق بما لا يسمع الا دعاء و نداء
Artinya: dan perumpamaan bagi (penyeru) orang yang kafir adalah seperti penggembala yang meneriaki (binatang) yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. [al-Baqarah(2): 171]
Taqdir-nya: perumpamaan para Nabi dan orang-orang kafir adalah sebagaimana orang yang berteriak dan diteriaki. Yang berteriak adalah para nabi sedangkan yang diteriaki adalah orang-orang kafir. Kata anbiya’ pada kalimat pertama dibuang dengan dalil yang meneriaki. Sedangkan pada pernyataan kedua, dibuang kata yang diteriaki, dengan dalil orang-orang yang kafir.
 Jadi ada kata alladzina amanu yang berpasangan dengan yan’iqu, dan alladzina kafaru yang berpasangan dengan  yan’iqu bihi.
Beralih ke contoh yang lain

وأدخل يدك في جيبك تخرج بيضاء
Pada ayat diatas takdir-nya adalah kamu masukkan tangan kamu yang asalnya tidak putih, dan keluarkanlah tangan kamu, maka kamu akan mengeluarkannya dalam keadaan putih. Jadi pada pernyataan pertama kata-kata tidak putih/ ghairu baydha’a dibuang, dan pada pernyataan kedua, kata-kata keluarkanlah tanganmu dibuang. Maka ada dua kata-kata yang saling berlawanan yang ada dalam dua pernyataan, yakni (1) masukkanlah dan keluarkanlah (Udkhul dan akhrij), (2) bukan putih dan putih (ghairu baydha’ dan baydha).
Jadi pada ihtibak, terdapat dua pernyataan, yang masing-masing mengandung dua hal yang bertentangan. Lalu pada masing-masing penyataan itu dibuang salah satunya karena pada pernyataan yang lain sudah terdpat lawan kata darinya. Misal pada contoh diatas, ghaira baydha pada pernyataan pertama dibuang karena sudah ada kata baydha pada pernyataan kedua. Ini karena pernyataan ini saling berlawanan/berantonim. Sedangkan pada pernyataan kedua, kata akhrij dibuang, karena sudah ada kata udkhul pada penyataan kedua. Kedua kata ini juga berlawanan.
Demikian dari saya, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar